Dasar-Dasar Belajar CorelDRAW X6

Dasar-Dasar CorelDRAW X6 - pada awal kita membuka software CorelDraw terdapat banyak menu-menu yang kita belum ketahui, mungkin ada yang tau semua dan ada yang belum tau. mungkin di bawah ini adalah sedikit menjelaskan tentang menu-menu pada Coreldraw, langsung saja di bawah adalah pengertian pengertian dasar dasar di coreldraw.
Desainer Indonesia

1. Title Bar

img by desainerindonesia.net

Seperti biasa, gambar di atas adalah menu "Title Bar" sama sperti di Microsoft Office, berguna untuk menampilkan nama file yang sedang di buka.


2. Menu Bar

img by desainerindonesia.net

Menu Bar di Coreldraw X6 dibuat untuk navigasi-navigasi yang berguna untuk mempercepat navigasi kita dalam menggunakan coreldraw dan untuk memberikan efek-efek pada desain tersebut. dan lain-lain.


3.  Toolbar Standard

img by desainerindonesia.net

Standard Toolbar biasanya kegunaan dari Toolbar standard ini yang biasanya kita gunakan agar lebih cepat misalnya icon "save" berfungsi untuk menyimpan, dengan toolbar standard kita bisa mengklik icon tersebut untuk menyimpanya. dan New Document, membuka document.



4. Property Bar

img by desainerindonesia.net

Property Bar dalam CorelDRAW, berguna untuk memunculkan fungsi-fungsi pada salah satu objek/gambar yang aktif pada tool box dan akan menyesuaikan dengan salah satu alat yang sedang aktif.


5.  Rulers
img by desainerindonesia.net
 Rulers pada coreldraw berguna untuk mengetahui jarak panjang, pada umumnya default Coreldraw biasanya memakai Millimeters, anda juga bisa mengganti keinginan anda, kita bisa merubahnya ke cm, Inches, Pixel, bahkan bisa juga kilometer.


6. Zoom Tool
img by desainerindonesia.net
 Zoom tool berfungsi untuk memperbesas level dari gambar di coreldraw, untuk zoom tool lebih spesifik kita gunakan di property bar agar lebih cepat. anda juga bisa menScrool mouse anda untuk cara lebih cepatnya lagi.


7. Tool Box

img by desainerindonesia.net
Tool Box bergungsi untuk menampilkan alat-alat pembuatan objek, pemberian efek, dan lain-lain, dalam coreldraw Toolbox ini adalah menu yang paling di butuhkan saat membuat desain, apabila toolbox anda hilang, anda juga bisa mengaktifkan lagi pada Menu Window -> Toolbars -> Toolbox.














8. Palette Color 
img by desainerindonesia.net
Sudah terlihat jelas, di atas adalah Palette Color yang biasanya di gunakan mewarnai objek, ada banyak sekali warna warna di palette, dan di atas adalah salah satunya, yaitu CMYK dan RGB color, dan seperti biasa kegunaannya juga berbeda, CMYK biasanya di gunakan untuk percetakan, dan RGB untuk objek desain biasa.

Terimakasih telah berkunjung di blog ini, salam graphic design


artikel dari : http://www.desainerindonesia.net/2013/01/dasar-dasar-coreldraw-x6.html

3 Tips Memilih Undangan Pernikahan yang Sempurna



ada tiga tips yang bisa kita ikuti untuk memilih undangan pernikahan. Oh iya, di galeri foto di bawah ini, Anda juga bisa mendapatkan inspirasi yang unik dan kreatif untuk undangan yang lain dari biasanya.

Tentukan Tema
Ketika Anda sedang mencoba untuk memilih sebuah undangan, Anda akan dihadapkan oleh banyak sekali contoh desain undangan unik dan menarik. Dan ini bisa cukup membingungkan. Untuk memilih undangan yang tepat, Anda bisa coba untuk memilih beberapa yang sesuai dengan tema pernikahan Anda. Atau Anda juga bisa memilih beberapa desain yang sesuai dengan karakter Anda dan pasangan Anda.

Harga yang Sesuai
Kartu undangan pernikahan bisa sangat mahal. Untuk undangan pernikahan dengan desain dan detail yang rumit, Anda harus rela untuk mengeluarkan uang yang lebih banyak.

Desain Kartu Undangan
Setiap orang punya selera sendiri untuk sebuah kartu undangan. Ketika Anda memilih desain kartu undangan, pastikan juga bahwa pasangan Anda juga menyukai desain kartu undangan yang Anda pilih. Jangan ragu untuk melihat sampel kartu undangan yang akan Anda pilih sebelum benar-benar memutuskan untuk membelinya. Jenis kertas dan tekstur kertas juga harus Anda perhatikan untuk memastikan bahwa desain kartu undangan terlihat sempurna. Satu lagi, jangan ragu untuk meminta rekomendasi dari orang-orang terdekat yang sudah pernah menikah atau memesan undangan pernikahan sebelumnya. Terbukalah untuk berbagai macam saran dan masukan, terkadang ide orang lain bisa jadi pemecah masalah Anda untuk menemukan kartu undangan yang menarik.

Undangan pernikahan itu memiliki peran yang sangat penting dalam kelangsungan dan kelancaran pernikahan Anda. Sebuah undangan pernikahan seharusnya bisa lebih dari sekadar selembar kertas biasa. Seperti yang dilansir oleh


artikel dari : http://www.vemale.com/relationship/love/56009-3-tips-memilih-undangan-untuk-pernikahan-yang-sempurna.html

Cara Mudah Buat Huruf Timbul Bevel Secara Mudah

Dalam dunia seni desain grafis, huruf timbul atau sering kita kenal dengan huruf emboss merupakan tampilan seni grafis yang mempunyai daya tarik tersendiri. Oleh karena itu banyak sekali desainer-desainer grafis yang menampilkan huruf timbul dalm karya-karya desainnya. Nah pada postingan ini saya akan berbagi bagaimana cara membuat huruf timbul/emboss dengan Adobe Photoshop. Agar tidak bingung sebelum memulai lebih baik kamu lihat dulu contoh huruf timbul di bawah ini.
Kalau sudah faham langsung saja kita praktekin :
Langkah 1
Buka program aplikasi Adobe Photoshop (kamu bisa menggunakan Adobe Photoshop CS, CS 2, CS 5, kali ini saya menggunakan Adobe Photoshop CS 5).
Langkah 2
Pilih Menu File >> New---akan tampil seperti gambar di bawah :
 
Keterangan :
Isi semua kotak dialog di atas :
Name           : HURUF TIMBUL
Preset           : Custom
Width           : 17              : cm         
Heihgt          : 12              : cm
Resolution    : 55              : pixel/cm
Color Mode  : RGB Color  : 8 bit
Background Contents : White
Setelah klik OK, maka akan muncul halaman kosong.
Langkah 3 
-   Pilih dan klik Horizontal Type Tool (T) yang berada di 
    Tool Box (lihat gambar di bawah yang bertanda panah no.1)
-   Kemudian klik di halaman kosong putih tadi dan ketik teks
    TIMBUL 
-   Pilih Menu Select >> All (Ctrl+A)
-   Pilih Impact untuk jenis huruf/font family (lihat gambar di 
    bawah yang bertanda panah no.2),
-   Ketik angka 147.07 pt pada kotak isian font size (lihat 
    gambar di bawah yang bertanda panah no.3),
-   Pilih dan klik Move Tool (V) yang berada di Tool Box 
    (lihat gambar di bawah yang bertanda panah no.4), dan 
    geser posisi teks “TIMBUL” tadi hingga berada di tengah.
 

Langkah 4
Pilih Menu Layer >> Layer Style >>> Bevel and Emboss. Lihat gambar di bawah. 
Akan muncul kotak dialog dan isilah kotak dialog tersebut seperti gambar di bawah.
Keterangan :
Pada tobol pilihan Style, klik Bevel and Emboss
Styles : Emboss
Technique : Smooth
Depth : 500
Direction : Up
Size : 21
Soften : 0
Angle : 120
Alttude : 30
Highlight Mode : Screen
Opacity : 75
Shadow : Multiply
Opacity : 75
Setelah klik OK, maka akan hurufnyapun akan timbul seperti gambar di bawah.
Selesai
Untuk mengembangkan fungsi-fungsi kotak dialog Layer Style, kamu dapat mengotak-atik sesuai kreasi kamu.
Demikian postingan dari saya memngenai pembuatan huruf timbul dengan Photoshop, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan.
 
 
artikel dari : http://khaeseven.blogspot.com/2013/02/cara-membuat-huruf-timbul-dengan.html

Download 12 Logo Partai Politik Peserta Pemilu 2014 Format Corel Draw CDR

Pemilu tinggal menghitung bulan, bagi para pebisnis sablon maupun cetak pasti sudah dapat orderan dari para caleg atau parpol untuk menyukseskan pemilu 2014. Daripada mesti seting gambar yang butuh waktu lumayan lama, nih saya bagikan log parpol peserta pemilu format CDR...



Silahkan download gratis logo partai politik peserta pemilu 2014 berformat Coel Draw CDR 


Cara Membuat Background Garis Cahaya dengan Photoshop

Bagi anda yang ingin membuat sebuah desain awalnya pasti berfikir tentang bentuk dan warna background yang cocok dan pas untuk desain yang akan dibuat, pada kesempatan kali ini saya ingin memberikan sedikit trik pembuatan background garis cahaya dengan memanfaatkan warna gradasi dan objek yang sudah disediakan secara default oleh photoshop.


Klik menu file lalu pilih new untuk membuat canvas baru atau tekan CTRL + N pada keyboard, sesuaikan ukuran canvas dengan kebutuhan dari desain yang ingin anda buat, untuk kali ini saya menggunakan ukuran 640 x 480 pixels.

Tekan SHIFT + CTRL + N untuk menambahkan layer baru kedalam canvas, perhatikan palette layer. Selanjutnya pilih gradient tool pada toolbox untuk pembuatan warna background.
Membuat Canvas Baru
Menambahkan Layer Baru
Menggunakan Gradient Tool
Pilih tipe radial gradient, atur warna depan dan warna belakang. Pilih warna depan dengan warna yang terang dan warna belakang dengan warna yang gelap.
Radial Gradient untuk Tipe Gradient
Mengubah Warna Depan & Belakang
Tarik gradient dari tengah canvas ke arah luar canvas, warna gradient akan masuk kedalam canvas. Selanjutnya pilih custom shape tool pada toolbox.
Menarik Gradient
Memilih Custom Shape Tool
Pilih custom shape dengan mode shape, pilih warna putih pada bagian option bar kemudian pilih custom shape dengan nama registration target 2.
Mengubah Warna Custom Shape
Memilih Custom Shape
Sebelum custom shape ditarik ke canvas alangkah baiknya terlebih dahulu tampilan canvas di perkecil dengan menggunakan zoom tool mode zoom out (CTRL + -). Tarik custom shape diatas canvas sampai lingkaran shape berada diluar canvas.
Menarik Custom Shape
Sebagai penyempurnaan hasil akhir, kurangi opacitynya (nilai transparansi) hingga 20%.
Mengurangi Nilai Opacity
Hasil Akhir
Style background seperti ini dapat dimanfaatkan dalam pembuatan desain brosur ataupun x-banner dengan penyesuaian ukuran canvas dan shapenya. Demikian sedikit tutorial dari saya, pada kesempatan yang lain saya akan memberikan style pembuatan background yang tidak kalah kren dan juga mudah dalam pembuatan pastinya, semoga bermanfaat. Nantikan posting berikutnya, tetap Belajar Photoshop. Untuk mendapatkan update informasi tutorial terbaru dari blog ini & untuk tanya jawab langsung seputar Photoshop,

artikel dari : http://tomymeilando.blogspot.com/2011/08/membuat-background-garis-cahaya.html

Mangatur Tata Letak Pencetakan Corel Draw

 
Mengatur tata letak pencetakan adalah perintah untuk menentukan ukuran, posisi dan skala pencetakan. Ini berguna sekali, karena output yang tidak diatur tata letaknya tentu akan acak-acakan. Misalnya jika hasil printout akan dijilid menjadi sebuah buku, tentunya anda harus mengatur bagaimana agar teks atau objek  nantinya tidak tertutup oleh jilidtan yang dibuat..
Langkah awal untuk mulai menentukan ukuran dan posisi pencetakan adalah dengan memilih menu File, klik Print lalu klik tab Layout. Di sana terdapat beberapa pilihan yang bisa anda atur sendiri menurut kebutuhan, yaitu:
1. As in document: pilihan untuk mencetak sesuai dengan ukuran gambar asli seperti yang terdapat dalam dokumen.
2. Fit to page: pilihan untuk mengatur agar ukuran dan posisi hasil cetak sesuai dengan ukuran page.
3. Reposistion images to: pilihan untuk mengatur posisi hasil cetak terhadap ukuran dan posisi page. Pilih salah satu berbagai pilihan posisi tersebut.
  • Center of page: pilihan untuk meletakkan hasil cetak pada posisi tengah halaman/page.
  • Top center: pilihan untuk meletakkan hasil cetak pada bagian tengah atas halaman/page.
  • Left center: pilihan untuk meletakkan hasil cetak pada bagian tengah kiri halaman/page.
  • Right center: pilihan untuk meletakkan hasil cetak pada bagian tengah kanan halaman/page.
  • Bottom center: pilihan untuk meletakkan hasil cetak pada bagian tengah bawah halaman/page.
  • Top left corner: pilihan untuk meletakkan hasil cetak pada bagian sudut kiri atas halaman/page.
  • Top right corner: pilihan untuk meletakkan hasil cetak pada bagian sudut kanan atas halaman/page.
  • Bottom left corner: pilihan untuk meletakkan hasil cetak pada bagian sudut kiri bawah halaman/page.
  • Bottom right corner: pilihan untuk meletakkan hasil cetak pada bagian sudut kanan bawah halaman/page.
  • Costum: pilihan untuk meletakkan hasil cetak pada posisi tertentu.
Pilih salah satu pilihan di atas dengan cermat, jika anda belum yakin dengan hasilnya anda dapat mencoba ngprint satu halaman saja dan lihat hasilnya. Jika ternyata belum sesuai dengan keinginan, coba diteliti mungkin masih ada pengaturan yang tidak pas. Setelah di rasa cukup, anda bisa memulai melakukan output atau mulai mengeprintnya.